Tentara Taliban Bunuh Jubir Pemerintah Afghanistan Saat Sedang Salat Jumat
Jakarta - Milisi Taliban makin beringas. Mereka membunuh juru bicara Pemerintah Afghanistan Dawa Khan Menapal saat sedang salat Jumat.
Di Pemerintahan Afghanistan jabatan resmi Dawa adalah Kepala Pusat Media dan Informasi. Kabar tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
"Teroris biadab itu membunuh Dawa saat Salat Jumat," kata pejabat tersebut seperti dikutip dari Reuters.
Jubir Kemendagri Afghanistan, Mirwais Stanikzai, mengecam keras aksi Taliban. Dia mengatakan, Dawa adalah sosok pejuang di pemerintahan Afghanistan.
"Dia adalah pemuda yang berdiri teguh seperti gunung untuk menghadapi publicity musuh, dia selalu menjadi pendukung utama rezim (Pemerintah Afghanistan)," ucap Stanikzai.
Kesedihan juga dirasakan pelaksana tugas Dubes Amerika Serikat di Afghanistan, Ross Wilson. Dia mengenang Dawa sebagai sosok yang selalu memberikan informasi sesungguhnya kepada seluruh warga.
"Pembunuhan ini adalah suatu yang keji bagi HAM dan kebebasan berpendapat di Afghanistan," tutur Wilson.
Jelang kepulangan seluruh tentara AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari Afghanistan, serangan Taliban makin intens dilakukan. Bahkan, Taliban mengeklaim sudah menguasai sebagian besar perbatasan.
Di Pemerintahan Afghanistan jabatan resmi Dawa adalah Kepala Pusat Media dan Informasi. Kabar tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.
"Teroris biadab itu membunuh Dawa saat Salat Jumat," kata pejabat tersebut seperti dikutip dari Reuters.
Jubir Kemendagri Afghanistan, Mirwais Stanikzai, mengecam keras aksi Taliban. Dia mengatakan, Dawa adalah sosok pejuang di pemerintahan Afghanistan.
"Dia adalah pemuda yang berdiri teguh seperti gunung untuk menghadapi publicity musuh, dia selalu menjadi pendukung utama rezim (Pemerintah Afghanistan)," ucap Stanikzai.
Kesedihan juga dirasakan pelaksana tugas Dubes Amerika Serikat di Afghanistan, Ross Wilson. Dia mengenang Dawa sebagai sosok yang selalu memberikan informasi sesungguhnya kepada seluruh warga.
"Pembunuhan ini adalah suatu yang keji bagi HAM dan kebebasan berpendapat di Afghanistan," tutur Wilson.
Jelang kepulangan seluruh tentara AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dari Afghanistan, serangan Taliban makin intens dilakukan. Bahkan, Taliban mengeklaim sudah menguasai sebagian besar perbatasan.
Komentar
Posting Komentar