Postingan

Mengenal Peresean, Sebuah Tradisi Unik Pertandingan Ala Gladiator Suku Lombok

Jakarta - Kamu tentu sudah tak asing lagi dengan pertarungan ala gladiator yang menjadi salah satu pertunjukan masyarakat Romawi. Tapi enggak hanya Romawi, pertarungan semacam ini ternyata bisa kamu temui di Indonesia, lho, tepatnya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mengutip laman resmi diskominfotik.ntbprov.go.id, Peresean merupakan tradisi Suku Sasak Lombok yang masih dilakukan hingga saat ini. Tradisi ini melibatkan dua laki-laki yang saling bertarung dengan menggunakan sebuah tongkat rotan atau yang disebut penjalin dan perisai yang disebut ende layaknya seorang gladiator. Penjalin sendiri terbuat dari rotan sepanjang 1,5 meter yang masing-masing ujungnya diikat dengan benang dan dilumuri aspal atau pecahan beling yang telah dihaluskan. Tak heran jika sabetan penjalin yang mengenai anggota badan akan meninggalkan garis-garis sayatan pada sang petarung. Untuk itu, mereka harus bisa menangkis serangan lawan dengan sebuah perisai yang disebut ende yang terbuat dari...

Mengenal Kisah Sendang Keramat Madusari Dan Seorang Dukun Yang Menakuti Warga Jika Tak Disumbat Mata Air Akan Tenggelamkan Desa

Jakarta - Sepuluhan bocah asyik bermain petak umpet di location mata air Sendang Madusari di Padukuhan Jarakan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Dinding-dinding batako penyekat antar sendang serta pohon-pohon gayam besar jadi tempat yang sangat sempurna untuk bersembunyi. Tawa mulai pecah setiap anak yang jadi penjaga menemukan temannya yang bersembunyi. Ternyata, masih ada anak-anak zaman sekarang yang menemukan kebahagiaan tanpa gawai. Puas bermain petak umpet, salah seorang dari mereka mulai menceburkan dirinya ke sebuah kolam yang khusus disediakan untuk anak-anak. Tak menunggu lama, satu per satu temannya ikut menceburkan diri, laki-laki maupun perempuan. Ada yang melalui perosotan kecil, ada juga yang menunjukkan skill saltonya. Muji Semi, 50 tahun, juga masih ingat dengan jelas masa kanak-kanaknya yang setiap hari diisi dengan serunya bermain di Sendang Madusari. Bersama teman-teman sebayanya, hampir setiap aching dia selalu bermain air di mata air itu. Bedanya, dulu ...

Melihat Sebuah Istana Kuno di Bawah Makam Nabi Yunus Dan Mengenali Sejarahnya

Jakarta - Tim arkeolog dari Universitas Mosul menemukan sebuah istana kuno di bawah kuil suci di Irak. Kuil suci di Mosul Timur itu diyakini umat Muslim dan Kristen sebagai makam Nabi Yunus AS. Istana di bawah makam Nabi Yunus itu diperkirakan dibangun pada 600 sebelum masehi. Istana ini juga diperkirakan menyimpan banyak harta karun berupa artefak yang diburu pasukan ISIS selama menguasai Niniwe dari Juni 2014 hingga Januari 2017. ISIS diketahui sebagai yang pertama kali mulai menggali terowongan di bawah kuil kuno untuk menuju ke istana kuno. Mereka meledakkan kuil pada 2014 dalam misi mencari harta karun. Ini adalah bukti pertama laporan jika ISIS membangun terowongan selama pencarian mereka terhadap artefak kuno untuk dijarah. Namun, pasukan ISIS baru sampai pada terowongan keempat, sebelum menemukan istana tersebut. Namun, terowongan dilaporkan dalam kondisi yang berbahaya karena bisa runtuh suatu saat. Hal ini disebabkan teknik penggalian yang dilakukan oleh ISIS den...

Mengenal Kampung Unik "Kaputihan" di Cirebon, Hanya boleh Mendirikan rumah Dengan Bahan Tradisional Saja

Jakarta - Ada pemandangan unik jika kita berkunjung ke Kampung Kaputihan di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Seluruh rumah warga di kampung ini masih menggunakan bahan bangunan tradisional hingga sekarang. Saat ini ada 16 rumah warga setempat yang masih terbuat dari bilik bambu dan atap daun. Menurut tokoh setempat bernama Endang Yusuf, keputusan warga Kaputihan membangun rumah dari bilik bambu dan daun bukan disebabkan faktor ekonomi. "Iya jadi ini ceritanya bermula dari zaman dulu banyak warga di sini memang tidak ada yang membangun rumah menggunakan tembok atau sperm karena mempertahankan tradisi masa lalu," terang Endang. Melansir video clip yang diunggah di network Youtube Kanal Koela, berikut alasan dan sejarah warga Kampung Kaputihan tak membangun rumah dengan tembok permanen. Melaksanakan Petuah Leluhur Endang mengatakan jika keputusan warga membangun rumah dengan bilik bambu, kayu, dan atap daun tersebut merupakan upaya...

Sejarah Bongkrek, Tempe Khas Banyumas Yang Memicu Keracunan Massal Pada Jaman Belanda

Jakarta - Saat depresi ekonomi melanda pada tahun 1931 hingga 1937, banyak kalangan masyarakat di Hindia Belanda yang tak bisa makan. Hal ini membuat mereka memutar otak untuk membuat makanan alternatif, salah satunya tempe bongkrek. Dikatakan dalam novelAhmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, tahun 1982. Tempe bongkrek menjadi nama yang tak asing sebagai makanan khas di wilayah karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Saat itu banyak warga di sana yang mengatasi krisis dengan memproduksi makanan tersebut. Namun saat itu perajin tempe bongkrek hanya membuat dengan cara seadanya, hingga menimbulkan keracunan dan kematian massal. " Per tahun, tempe bongkrek beracun menyebabkan 10-- 12 orang meninggal. Hanya sedikit yang selamat," tulis William Shurtleff dan Akiki Aoyagi dalam Background of Tempeh, a Fermented Soyfood From Indonesiamengutip Youtube Amemoar, Sabtu (17/7). Kematian Diduga Oleh Bakteri Hasil Fermentasi Tempe Bongkrek. Sejak ramainya kasus kematian...

Mengenal Siapakah Taliban Itu Dan Mengapa Ingin Menguasai Afghanistan? Berikut Penjelasannya

Jakarta - Belakangan ini Taliban sepertinya bangkit kembali dan menjadi ancaman di Afghanistan ataupun di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Muncul pula kekhawatiran bahwa Taliban akan menciptakan ketidakstabilan di wilayah Pakistan barat laut di dekat perbatasan dengan Afghanistan. Di sekitar kawasan tersebut, Taliban melancarkan serangkaian bom bunuh diri. Taliban berdiri sekitar awal 1990-an di wilayah Pakistan utara setelah pasukan Uni Soviet mundur dari Afghanistan. Gerakan ini awalnya didominasi oleh orang-orang Pashtun dan pengaruhnya mulai terasa pada musim gugur 1994. Cikal bakal gerakan ini adalah pesantren dengan sumber dana dari Arab Saudi. Pesantren ini biasanya menganut aliran Sunni garis keras. Janji Taliban di wilayah-wilayah kediaman warga Pashtun, yang tersebar di Pakistan dan Afghanistan, adalah memulihkan perdamaian dan keamanan jika mereka berkuasa. Di kedua negara itu mereka memberlakukan atau mendukung hukum keras, seperti eksekusi di depan umum ...

Tentara Taliban Bunuh Jubir Pemerintah Afghanistan Saat Sedang Salat Jumat

Jakarta -  Milisi Taliban makin beringas. Mereka membunuh juru bicara Pemerintah Afghanistan Dawa Khan Menapal saat sedang salat Jumat. Di Pemerintahan Afghanistan jabatan resmi Dawa adalah Kepala Pusat Media dan Informasi. Kabar tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. "Teroris biadab itu membunuh Dawa saat Salat Jumat," kata pejabat tersebut seperti dikutip dari Reuters. Jubir Kemendagri Afghanistan, Mirwais Stanikzai, mengecam keras aksi Taliban. Dia mengatakan, Dawa adalah sosok pejuang di pemerintahan Afghanistan. "Dia adalah pemuda yang berdiri teguh seperti gunung untuk menghadapi publicity musuh, dia selalu menjadi pendukung utama rezim (Pemerintah Afghanistan)," ucap Stanikzai. Kesedihan juga dirasakan pelaksana tugas Dubes Amerika Serikat di Afghanistan, Ross Wilson. Dia mengenang Dawa sebagai sosok yang selalu memberikan informasi sesungguhnya kepada seluruh warga. "Pembunuhan ini adalah suatu yang keji bagi HAM dan ...